Jaringan Tumbuhan – Struktur dan Fungsi

0
1890

Jaringan tumbuhan, misalnya xilem, berfungsi mengangkut air ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Strukturnya kompleks karena terdiri dari tipe sel yang berbeda.

Histologi adalah cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari tentang jaringan. Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur dan fungsi yang sama. Manusia, hewan, tumbuhan, dan makhuk lainnya tersusun atas berbagai macam jaringan. Setiap jenis dari jaringan memiliki struktur dan fungsi yang berbeda.

Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

Berdasarkan sifatnya, ada dua tipe jaringan pada tumbuhan, yaitu: jaringan muda (meristem) dan jaringan dewasa (permanen).

Jaringan Muda (Meristem)

Mersitem adalah jaringan tumbuhan yang sel-selnya tetap bersifat embrionik, artinya mampu terus-menerus membelah diri tak terbatas untuk menambah jumlah sel tubuh. Sel-sel meristem merupakan sel muda yang belum terdiferensiasi dan terspesialisasi.

Ciri-ciri sel meristem adalah sebagai berikut:

  • berdinding tipis
  • bentuk selnya sama
  • inti besar
  • vakuola kecil dan banyak
  • plastida belum matang, dan
  • banyak mengandung protoplasma.

Klasifikasi Meristem

  1. Berdasarkan posisinya dalam tubuh tumbuhan
    • Meristem apikal (ujung). Meristem ini terdapat pada pucuk batang dan ujung akar.
    • Meristem interkalar (antara). Meristem ini merupakan jaringan primer yang aktif membelah dan terpisah dari meristem apikal (pucuk). Misalnya pada pangkal ruas rumput.
    • Meristem lateral (samping). Jaringan tumbuhan ini terletak sejajar dengan lingkaran organ tempat ditemukannya. Contohnya kambium pembuluh dan kambium gabus. Kedua jaringan ini merupakan jaringan dewasa yang menjadi meristematik kembali.
  2. Berdasarkan asalnya (Tahap perkembangannya)
    • Meristem primer. Meristem ini berasal dari pembelahan langsung sel-sel embrionik yang akan menyusun embrio. Meristem primer terdapat pada ujung batang dan ujung akar.
    • Meristem sekunder. Meristem ini berkembang dari jaringan dewasa yang sudah mengalami diferensiasi dan spesialisasi, tetapi menjadi embrional kembali.

Jaringan Dewasa

Jaringan dewasa disebut pula jaringan permanen karena sifatnya tidak dapat balik (irreversible). Artinya, setelah mengalami diferensiasi, jaringan tumbuhan ini tidak dapat muda atau bersifat embrionik kembali. Berdasarkan struktur atau fungsinya, jaringan dewasa dibagi menjadi jaringan sederhana (parenkim, kolenkim, dan sklerenkim) dan jaringan kompleks (xilem, floem, dan epidermis).

Berikut penjelasan lebih detail tentang beberapa jaringan tumbuhan dan fungsinya.

Parenkim

Terdapat pada semua bagian organ tumbuhan, seperti empulur, korteks akar dan batang, mesofil daun, endosperma biji, buah berdaging, juga sebagai komponen xilem dan floem, baik primer maupun sekunder.

Berdasarkan fungsinya, parenkim terbagi menjadi:

  • Parenkim asimilasi, tempat pembuatan zat-zat makanan melali proses asimilasi.
  • Parenkim penimbun, tempat penyimpanan cadangan makanan yang disimpan dalam vakuola yang besar. Terdapat pada umbi, rimpang, dan biji sebagai pati, minyak, dan senyawa alkaloid.
  • Parenkim air, jaringan tumbuhan mampu menyimpan air misalnya pada tanaman kaktus.
  • Parenkim pengangkut, berada di sekitar xilem dan floem. Berfungsi mengangkut air dan unsur hara serta mengedarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis.
  • Parenkim aerenkim, untuk menyimpan udara.
  • Parenkim penutup luka, mampu beregenerasi dengan cara kembali menjadi embrional. Disebut juga kambium gabus (felogen).

Kolenkim

Jaringan tumbuhan ini berfungsi sebagai jaringan penyokong. Selnya hidup, dindingnya mengandung selulosa, pektin dan hemiselulosa, sehingga sel ini dapat meregang secara permanen. Jaringan kolenkim terdapat pada tepi batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu tulang daun. Berdasarkan pada tipe penebalan dinding selnya, kolenkim dibedakan menjadi kolenkim sudut, lempeng, tubular, dan cincin.

Baca juga: Struktur, Fungsi, dan Contoh Jaringan Penyokong (Jaringan Penguat)

Sklerenkim

Jaringan ini terdapat pada bagian tumbuhan dewasa. Dinding sel sklerenkim sangat tebal dan kuat karena mengandung lignin. Pada waktu dewasa, sel-selnya mati. Sel sklerenkima dibedakan menjadi sklereid dan serabut/serat. Kolenkim dan sklerenkim, keduanya dikelompokkan ke dalam jaringan tumbuhan yang disebut jaringan penyokong atau penguat.

Epidermis

Epidermis merupakan jaringan terluar daun, bunga, buah, dan biji, serta akar dan batang yang belum mengalami pertumbuhan sekunder. Dapat dikatakan, epidermis biasanya terdapat di seluruh organ tumbuhan yang tidak mengalami pertumbuhan sekunder.

Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut adalah jaringan tumbuhan yang bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada dua macam jaringan pengangkut yaitu: xilem (pembuluh kayu) dan floem (pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu). Anda dapat membaca artikel Jaringan Pengangkut Pada Tumbuhan untuk meningkatkan pemahaman Anda.

Kambium Pembuluh

Kabium pembuluh merupakan suatu meristem yang menghasilkan jaringan pengangkut sekunder. Kambium ini merupakan meristem lateral. Pada cabang maupun akar, kambium merupakan lapisan yang terletak di luar xilem.

Jaringan Pelindung

Jaringan pelindung atau periderm biasanya terletak pada bagian terluar akar dan batang. Periderm terbentuk apabila terjadi luka di permukaan akar atau karena desakan korteks saat pertumbuhan sekunder.

Jaringan Sekresi

Sekresi terjadi pada semua sel atau jaringan tertentu pada tetumbuhan. Ada 3 macam istilah sekresi pada tumbuhan, yaitu:

  • Ekskresi, proses penyisihan komponen sekunder hasil akhir metabolisme tumbuhan.
  • Sekresi, sebagian dari hasil asimilasi yang disisihkan.
  • Rekresi, sebagian dari zat yang direabsorbsi tidak diasimilasi dan langsung disisihkan untuk mengatur kandungan ion dalam sel.

Demikianlah ringkasan materi tentang struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.