Jaringan Penyokong (Penguat) Tumbuhan

0
297

Jaringan penyokong, seperti namanya, adalah jaringan tumbuhan yang menguatkan tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penguat dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.

Struktur, Fungsi, dan Contoh Jaringan Penyokong Pada Tumbuhan

Jaringan Kolenkim

Jaringan kolenkim terdiri atas sel-sel hidup yang bagian sudut dindingnya mengalami penebalan selulosa (khas sel tumbuhan). Letak jaringan kolenkim terutama pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif untuk tumbuh dan berkembang. Jaringan tumbuhan ini biasanya berkelompok dalam bentuk untaian atau silinder.

Struktur jaringan kolenkim mempunyai protoplas dan biasanya tidak mempunyai dinding sekunder, tetapi mempunyai sel primer yang lebih tebal daripada sel-sel parenkim. Sebagai contoh, batang muda memiliki kolenkim silinder di bawah permukaannya. Fungsi kolenkim adalah membantu mengokohkan bagian tumbuhan yang masih muda. Itulah sebabnya kolenkim, bersama dengan sklerenkim, disebut sebagai jaringan penguat.

Kolenkim tidak memiliki dinding sekunder dan lignin (bahan penguat), oleh karena itu kolenkim dapat menyokong batang tanpa menghalangi pertumbuhan. Kolenkim tumbuh memanjang mengikuti daun dan akar yang disokongnya.

Jaringan Sklerenkim

Jaringan penyokong jenis ini terdiri atas serabut (serat-serat sklerenkim) dan sklereid (sel-sel batu). Jaringan sklerenkim bersifat kuat karena tersusun oleh sel-sel mati yang seluruh dindingnya mengalami penebalan. Jaringan ini hanya ditemukan pada organ tumbuhan yang tidak lagi tumbuh dan berkembang.

Serabut

Serabut (serat) pada umumnya terdapat dalam bentuk untaian seperti tali atau dalam bentuk lingkaran. Ukuran serat-serat sklerenkim antara 22 mm sampai dengan 25 cm. Contoh serat sklerenkim yang panjang terdapat pada Agave, Hibiscus sabdariffa, dan Hibiscus canabinus.

Sklereid

Sklereid sangat bervariasi dalam bentuk dan hadir di berbagai jaringan tanaman, seperti periderm, korteks, empulur, xilem, dan floem. Mereka juga terdapat dalam daun dan buah-buahan dan merupakan cangkang keras dari kacang dan lapisan luar dari banyak biji-bijian.

Struktur jaringan penguat, sklereid, lebih pendek dibandingkan dengan serat. Ia terdapat pada semua bagian tumbuhan. Letaknya terutama pada kulit kayu, pembuluh tapis, dan dalam buah atau  biji. Contohnya, tempurung kelapa (Cocos nucifera) hampir seluruhnya terdiri atas sklereid.

Pengerasan mantel biji selama pematangan sering terjadi melalui sklerifikasi, ketika dinding sel sekunder menebal di epidermis dan di bawah epidermis. Biji leguminosa adalah contoh dari sklerifikasi tersebut. Sklereid yang lebih besar membentuk kolom di epidermis kacang-kacangan seperti kedelai.

Sekian penjelasan tentang jaringan penyokong, semoga menambah pemahaman ilmu biologi Anda.


Download Artikel ini (PDF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.