Saluran Pencernaan Manusia

0
4579

Saluran pencernaan manusia merupakan bagian dari organ pencernaan. Terdiri atas enam bagian, yaitu mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Organ-organ pencernaan merupakan satu kesatuan yang disebut sistem pencernaan.

saluran pencernaan manusia
Organ-organ penyusun sistem pencernaan manusia

Proses pencernaan merupakan kerja kelompok antara organ pencernaan dengan kelenjar pencernaan.

Baca juga: Sistem Pencernaan Makanan Pada Manusia

Daftar Isi

Saluran pencernaan manusia

Sistem pencernaan makanan manusia terdiri dari organ-organ berikut.

Mulut (Cavum Oris)

Mulut adalah pintu utama masuknya makanan ke saluran cerna. Oleh karena itu, makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Pencernaan mekanis dan kimiawi sudah dimulai dari sini. Tetapi pencernaan di mulut bersifat minimal; tidak terjadi penyerapan nutrien. Namun demikian, sebagian obat dapat diserap oleh mukosa oral, contoh nitrogliserin, obat untuk menghilangkan serangan angina. Di dalam mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah; ketiganya merupakan alat yang berperan dalam proses pencernaan.

Gigi berfungsi mengiris, merobek, menggiling, dan mencampur makanan. Motilitas mulut yang melibatkan gigi dalam proses tersebut disebut mengunyah atau mastikasi. Fungsi mengunyah adalah:

  1. Menggiling dan memecah makanan menjadi potongan-potongan lebih kecil sehingga makanan mudah ditelan. Potongan-potongan kecil makanan meningkatkan luas permukaan makanan yang akan terkena enzim.
  2. Mencampur makanan dengan liur.
  3. Merangsang kuncup kecap. Perangsangan kuncup kecap selain menghasilkan rasa nikmat kecap tetapi juga, secara refleks meningkatkan sekresi liur, lambung, pankreas, dan empedu.

Lidah, selain sebagai indra pengecap, juga membantu mengaduk atau membolak-balik makanan serta membantu proses menelan, serta berperan penting dalam berbicara. Lidah terdiri dari otot rangka yang dikontrol secara volunter.

Di dalam mulut terdapat kelenjar ludah yang menghasilkan liur yang mengandung sebagian besar air, sedikit elektrolit dan protein (enzim). Protein liur yang terpenting adalah amilase, mukus, dan lisozim. Amilase memulai pencernaan karbohidrat, menguraikan polisakarida menjadi maltosa. Mukus berfungsi sebagai pelumas agar proses menelan lebih mudah. Lisozim bersifat antibakteri, membunuh bakteri dengan cara menghancurkan (lisis) dinding selnya.

Kerongkongan (faring) dan Esofagus

Motilitas yang berkaitan dengan faring adalah dan esofagus adalah menelan. Menelan tidak terbatas pada memindahkan makanan keluar mulut menuju esofagus. Namun, menelan adalah proses keseluruhan proses memindahkan makanan dari mulut melalui esofagus hingga ke lambung.

Kerongkongan merupakan saluran pencernaan manusia sebagai penghubung antara mulut dan lambung. Kerongkongan tersusun atas otot yang dapat melakukan gerak peristaltik (kontraksi otot menyerupai gelombang) sehingga makanan dapat lolos menuju lambung. Kerongkongan memerlukan waktu 6 sampai 10 detik untuk menyalurkan bolus atau gumpalan makanan dari pangkal kerongkongan ke lambung.

Esofagus adalah saluran berotot yang relatif lurus yang terbentang antara faring dan lambung. Esofagus memiliki struktur otot berbentuk cincin yang disebut sfingter di kedua ujungnya. Sfingter berfungsi mencegah masuknya udara dalam jumlah besa ke dalam esofagus dan lambung sewaktu bernapas. Sfingter juga mengurangi kemungkinan refluks isi lambung yang asam ke dalam esofagus.

Lambung (Ventrikulus)

Lambung adalah rongga seperti kantung berbentuk huruf J yang terletak antara esofagus dan usus halus. Tersusun dari empat tipe jaringan utama: epitel, ikat, saraf, dan otot. Organ ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu fundus (bagian atas lambung), korpus (bagian tengah atau bagian utama lambung), dan antrum (bagian bawah lambung).

Lambung memiliki tiga fungsi utama:

  1. Menyimpan makanan, ini fungsi terpenting lambung, sampai makanan dapat disalurkan ke usus halus. Lambung perlu menyimpan makanan dan mencicil makanannya secara mencicil ke duodenum dengan kecepatan yang tidak melebihi kapasitas usus halus.
  2. Lambug mengeluarkan asam hidroklorida (HCl) dan enzim yang memulai pencernaan protein.
  3. Mencampur makanan dengan sekresi lambung menjadi campuran cairan kental yang dikenal sebagai kimus. Isi lambung harus diubah menjadi kimus sebelum dapat dialirkan ke duodenum.

Tidak ada penyerapan makanan atau air ke dalam darah melalui mukosa lambung. Namun, bahan non-nutrien seperti alkohol dan aspirin dapat diserap langsung dari lambung.

Usus halus (Intestinum Tenue)

Kimus akan meneruskan perjalanannya menuju usus halus. Usus halus adalah tempat sebagian besar pencernaan dan penyerapan berlangsung. Usus halus dibagi menjadi tiga segmen, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum. Segmentasi saluran pencernaan manusia berperan dalam melakukan pencampuran dan menggerakkan kimus menuju usus halus secara perlahan. Pencampuran yang dilakukan memiliki fungsi rangkap yaitu mencampur kimus dengan getah pencernaan dan memajankan semua kimus ke mukosa usus halus. Mukosa usus halus mempunyai tonjolan-tonjolan halus yang berfungsi memperluas bidang penyerapan.

Isi usus halus biasanya memerlukan 3 sampai 5 jam untuk melintasi usus halus. Lamanya waktu menguntungkan bagi berlangsungnya proses pencernaan dan penyerapan. Semua produk pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein, normalnya diserap usus halus tanpa pandang bulu. Termasuk juga sebagian besar elektrolit, vitamin, dan air. Sebagian besar penyerapan terjadi di duodenum dan jejunum.

Usus besar (Kolon – Intestinum Crassum)

Ini adalah bagian akhir dari saluran pencernaan manusia. Usus besar terdiri dari kolon, sekum, apendiks, dan rektum. Usus besar berfungsi seperti alat pengering dan penyimpan. Sisa (residu) makanan yang tak tercerna oleh usus halus akan diteruskan ke usus besar. Residu makanan yang tak tercerna misalnya selulosa, komponen empedu yang tidak diserap, dan cairan. Di usus besar tidak terjadi penyerapan sari makanan tetapi penyerapan air mengakibatkan feses lebih padat. Selain mengekstraksi H2O, kolon juga mengekstraksi garam dari lumennya.

Apapun yang tertinggal setelah ekstraksi air dan garam, serta akan dikeluarkan disebut feses (tinja). Fungsi utama usus besar adalah menyimpan tinja sebelum defekasi. Jika defekasi ditunda terlalu lama maka dapat terjadi konstipasi (sembelit). Ketika tinja tertahan lebih lama daripada normal maka air yang diserap dari tinja meningkat sehingga tinja menjadi kering dan keras.

Anus

Bagian akhir saluran pencernaan manusia adalah anus yang menjadi jalan keluar bagi feses. Pada anus terdapat otot volunter yang dapat kita kendalikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.