Porifera (Hewan Berpori atau Hewan Spons)

0
67

Porifera (porus = pori, fere= membawa) adalah invertebrata multiseluler paling sederhana. Hewan ini memiliki tubuh berpori seperti busa atau spons sehingga air dapat melewatinya.

Ia hidup di laut yang dangkal dan berair jernih. Tidak bisa bergerak kesana kemari karena tumbuh melekat di dasar laut. Sekitar 5000 spesies yang telah diketahui, sebagian besar hidup di laut, tetapi ada juga yang hidup di air tawar, jumlahnya sekitar 150 jenis.

Bunga karang tidak mempunyai saraf atau organ sensor. Lubang-lubang kecil (pori) di sekeliling tubuhnya diberi nama ostium. Contoh hewan berpori adalah spons karang (bunga karang).

Spons memiliki organisasi tingkat sel, yang berarti bahwa sel mereka dikhususkan sehingga sel yang berbeda melakukan fungsi yang berbeda. Namun, sel yang sama tidak terorganisir ke dalam jaringan dan organ, semacam agregasi longgar dari berbagai jenis sel.

Stuktur Tubuh Porifera dan Fungsinya

Tubuh porifera terdiri dari dua lapis yaitu lapisan epidermis dan lapisan koanosit. Epidermis tersusun dari sel-sel yang berbentuk pipih dan berdinding tebal, disebut pinakosit, berfungsi sebagai peindung. Di anatara pinakosit terdapat pori-pori yang membentuk kanal yang bermuara di rongga tubuh atau spongosol. Spongosol dilapisi oleh “sel leher” (Inggris = collar cell) yang memiliki flagelum, yang disebut konosit. Gerakan flagelum berfungsi untuk membentuk aliran air satu arah melalui pori ke spongosol. Bersama aliran air inilah makanan dan oksigen yang terkandung di dalamnya melintasi tubuh si hewan berpori ini.

Struktur tubuh Porifera
Struktur tubuh bunga karang, tipe askonoid.

Selain itu, sebagian zat makanan (dapat berupa bakteri atau plankton) dan oksigen juga ditransfer secara difusi ke amebosit (sel ameboid). Setelah makanan dicerna oleh sel amebosit, sari-sari makanan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Zat sisa dan air yang sudah tidak berguna akan dialirkan ke luar melalui oskulum.

Tipe-tipe Saluran Air pada Porifera

Berdasarkan jalan masuknya air ke dalam tubuh, hewan berpori dibedakan menjadi:

  1. Askonoid, merupakan tipe spons yang paling sederhana. Berbentuk seperti tabung sederhana yang dilubangi oleh pori-pori. Bagian internal terbuka dari tabung disebut spongocoel. Air akan masuk ke ostium, lalu menuju atrium atau rongga tubuh dan akan keluar melalui oskulum.
  2. Sikonoid, merupakan jenis dengan saluran lebih rumit. Perjalan air melintasi tubuhnya sedikit lebih panjang dibandingkan tipe askonoid. Di samoing itu, Sikonoid cenderung lebih besar dari askonoid dan memiliki tubuh berbentuk tabung dengan oskulum tunggal. Dinding tubuhnya lebih tebal dan pori-pori yang menembusnya lebih panjang. Air akan masuk melalui ostium menuju saluran radial, lalu ke atrium, dan keluar melalui oskulum.
  3. Leukonoid (ragon), merupakan jenis Porifera yang memiliki saluran paling rumit. Ini adalah spons terbesar dan paling kompleks. Spons ini terdiri dari massa jaringan yang ditembus oleh banyak kanal. Air bergerak melalui kanal-kanal, ke dalam bilik-bilik, dan keluar melalui kanal sentral dan oskulum.

Klasifikasi

Berdasarkan pembentuk rangkanya, Porifera diklasifikasikan menjadi 3 kelas berikut ini.

Calcarea

Calcarea (calcare = kapur) atau Calcispongiae (calci = kapur, spongia = spons) memiliki rangka yang tersusun dari kalsium karbonat. Tubuh Calcarea berbentuk seperti vas bunga, silinder, kendi, atau dompet, umumnya berwarna pucat. Panjang tubuhnya kurang dari 10 cm. Contoh kelompok ini adalah Grantia, Sycon, Scypa, Clathrina, Titanopsis, dan Leucettusa. Struktur tubuhnya ada yang memiliki saluran tipe askonoid, sikonoid, dan leukonoid.

Hexactinellida (Hyalospongiae)

Hexactinellida (hexa = enam) atau Hyalospongiae (hyalo = kaca/ ransparan, spongia = spons) memiliki spikula yang tersusun dari silika. Ujung spikula berjumlah enam lengan, seperti gambaran bintang pada umumnya. Bentuk tubuh seperti vas bunga atau mangkuk, umumnya berwarna pucat. Contoh bunga karang yang tergolong kelompok ini adalah Euplectella.

Sekelompok spons bunga Venus keranjang (Euplectella aspergillum) spons kaca dengan lobster jongkok di tengahnya. Credit: NOAA Okeanos Explorer Program, Gulf of Mexico 2012 Expedition.

Panjang tubuh kelas Hexactinellida rata-rata 10-30 cm dan memiliki tipe saluran air bertipe sikonoid. Hidup soliter di dasar laut pada kedalaman 200 -1000 m.

Demospongiae

Demospongiae (demo = tebal, spongia = spons) memiliki rangka yang tersusun dari serabut spongin. Demospongiae umumnya berwarna cerah karena mengandung pigmen yang terdapat pada amebosit. Porifera jenis inilah yang digunakan sebagai alat gosok.

Bentuk tubuh Demospongiae tidak beraturan dan bercabang, dengan tinggi dan diameter dapat mencapai lebih dari 1 meter. Seluruh kelas ini memiliki saluran leukonoid. Contoh Demospongiae adalah Euspongia officinalis, Spongia, Niphates digitales, dan Hippospongia.

Habitat Porifera dan Simbiosis

Spons ditemukan di hampir semua habitat perairan, tetapi mereka paling umum dan beragam di lingkungan laut. Banyak spesies mengandung zat beracun, mungkin untuk mencegah predator. Hewan laut tertentu memanfaatkan karakteristik spons ini dengan menempatkan spons dewasa di tubuh mereka, tempat spons menempel dan tumbuh.

Sebuah video yang sangat bagus tentang spons.

Bahan kimia juga mungkin berperan dalam persaingan di antara spons dan organisme lain. Beberapa bahan kimia bahkan diketahui memiliki efek farmasi yang bermanfaat bagi manusia. Misalnya, senyawa yang memengaruhi aktivitas pernapasan, kardiovaskular, pencernaan, juga sebagai anti-inflamasi, antitumor, dan antibiotik.

Spons juga menyediakan rumah bagi sejumlah tanaman laut kecil, yang hidup di dalam dan di sekitar sistem pori-pori mereka. Hubungan simbiotik dengan bakteri dan ganggang juga telah dilaporkan, di mana spons memberikan simbion dengan dukungan dan perlindungan dan simbion menyediakan makanan dengan spons.

Beberapa spons menggali permukaan karang dan moluska, kadang-kadang menyebabkan degradasi karang yang signifikan dan kematian moluska. Karang atau moluska tidak dimakan; melainkan, spons mungkin mencari perlindungan untuk dirinya sendiri dengan tenggelam ke dalam struktur keras yang terkikis. Meskipun demikian, proses ini memiliki beberapa efek menguntungkan, karena proses ini merupakan bagian penting dari proses di mana kalsium didaur ulang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.