Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)

0
117

Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragman makhluk hidup yang menunjukkan seluruh variasi gen, jenis (spesies), dan ekosistem di suatu tempat. Konsep ini didasari pada prinsip bahwa tidak ada makhluk hidup yang sama persis di dunia ini. Setiap makhluk hidup memiliki wujud, sifat, dan perilaku yang berbeda. Aneka ragam sifat atau bentuk makhluk hidup inilah yang membentuk sebuah keanekaragaman hayati di dunia.

A. Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati berdasarkan tingkat keragamannya dibagi menjadi tiga tingkat yaitu tingkat gen, tingkat jenis (spesies), dan keragaman tingkat ekosistem.

1. Keanekaragaman Gen

Keanekaragaman tingkat gen merupakan keragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Keanekargaman gen dapat mengakibatkan variasi antarindividu sejenis, misal kenaekaragaman warna kulit manusia. Di samping itu, keanekaragaman gen pada manusia juga terlihat pada perbedaan warna mata, bentuk rambut, dan lain-lain. Keanekaragaman pada manusia tersebut dipengaruhi oleh perangkat pembawa sifat yang disebut gen.

2. Keanekaragaman Jenis

Keanekaragaman hayati jenis menunjukkan adanya variasi pada makhluk hidup sntsrjenis dalam satu marga (genus). Keanerakagaman jenis lebih mudah diamati daripada kenakeragaman gen. Sebagai contoh, tumbuhan kentang (Solanum tuberosum) dan tomat (Solanum lycopersicum), keduanya termasuk dalam genus yang sama yaitu solanum. Namun, keduanya mempunyai ciri fisik yang berbeda. Perbedaan antarjenis makhluk hidup dalam satu marga lebih mencolok daripada perbedaan antarindividu dalam satu jenis.

3. Keanekaragaman Ekosistem

Keanekaragaman tingkat ekosistem terjadi akibat adanya perbedaan letak geografis. Perbedaan letak geografis juga berarti perbedaan iklim. Pada iklim yang berbeda terdapat perbedaan temperatur, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lama penyinaran. Keadaan ini mengakibatkan perbedaan tumbuhan (flora) dan hewan (fauna) yang hidup di daerah tersebut.

Ekosistem merupakan sustu sistem ekologi yang terbentuk oleh adanya hubungan timbal balik yang tak terpisahkan antara makhluk hidup dan lingkungan tempat tinggalnya.

B. Keanekaragaman Hayati Di Indonesia

Indonesia memiliki biodiversias makhluk hidup yang sangat tinggi sehingga disebut negara megabiodiversitas. Tingginya biodiversitas di Indonesia terlihat dari berbagai ekosistem yang ada di Indonesia. Ada ekosistem pantai, hutan bakau, hutan hujan tropis, padang rumput, dan sabana. Setiap ekosistem tersebut memiliki diversitas tersendiri.

1. Keanekaragaman Flora di Indonesia

Flora di Indonesia termasuk dalam kawasan flora Melanesia, yaitu suatu daerah luas yang meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon. Persebaran jenis tumbuhan di Indonesia tidaklah merata. Hutan hujan tropis di Kalimantan mempunyai keanekaragman paling tinggi. Sumatra dan Papua juga sangat kaya jenis tumbuhan. Adapun hutan di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Kepulauan Sunda mempunyai diversitas tumbuhan lebih rendah. Beberapa jenis tumbuhan khas Indonesia antara lain durian (Durio zibethinus), sukun (Artocarpus communis), bunga Rafflesia (Rafflesia arnoldi), dan meranti (Shorea sp.).

2. Keanekaragaman Fauna di Indonesia

Disamping keanekaragaman hayati floranya yang melimpah, Indonesia juga memiliki keragaman fauna yang melimpah. Indonesia memiliki 12% jenis hewan mamalia dunia, 16% jenis reptil dan amfibi, serta 12% jenis burung. Sebagaimana flora, persebaran fauna di Indonesia juga tidak merata. Wallace membagi dua wilayah utama persebaran fauna dengan menggambar di sebelah timur Kalimantan dan Bali. Garis ini memisahkan fauna Indonesia bagian barat dan timur. Daerah barat (Oriental) mencakup Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Daerah timur (Australian) meliputi Papua dan pulau-pulau di sekitarnya. Contoh fauna Oriental yaitu gajah (Elephas maximus), banteng (Bos sondaicus), dan harimau (Panthera tigris). Adapun contoh fauna Australian yaitu kanguru pohon (Dendrolagus ursinus), kuskus (Spilocuscus maculatus), dan burung cenderawasih (Paradisae minor).

Belakangan, seorang ahli zoologi bernama Weber membuat sebuah garis khayal di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara sampai kepulauan Aru, Nusa Tenggara. Menurut Weber, hewan-hewan di Sulawesi tidak sepenuhnya sama bisa dikelompokkan sebagai fauna Australian. Beberapa contoh hewan yang termasuk dalam kelompok fauna peralihan yaitu anoa (Bubalus depressicornis), burung maleo (Macrocephalon maleo), dan singapuar (Tarsius spectrum).

C. Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Keanekaragaman Hayati

Keagiatan manusia sangat berpengaruh terhadap keragaman makhluk hidup. Beberapa kegiatan manusia yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan biodiversitas sebagai berikut.

  1. Perusakan habitat, misal penebangan hutan atau penggundulan hutan untuk perkebunan.
  2. Penggunaan bahan kimia secara berlebihan, misal pada pupuk dan pestisida kimiawi.
  3. Pencemaran lingkungan dari limbah pabrik dan rumah tangga.

Sementara itu, kegiatan manusia yang dapat meningkatkan biodiversitas sebagai berikut.

  1. Penghijauan atau reboisasi hutan.
  2. Pemuliaan bibit unggul, misal dengan kawin silang sehingga dihasilkan varietas baru.

D. Usaha Pelestarian Biodiversitas Di Indonesia

Upaya pelestarian keragaman hayati di Indonesia meliputi dua hal pokok berikut.

  1. Pengembangan seca in situ (pengembangbiakan di dalam habitat aslinya), misal Taman Nasional Ujungkulon dan Taman Nasional Bali Barat.
  2. Pengembangan secara ex situ (pengembangan di luar habitat aslinya, tetapi lingkungan dibuat mirip dengan aslinya), misal penangkaran harimau di kebun binatang.

Usaha pemerintah dalam pelestarian biodiversitas antara lain dengan mendirikan kawasan konservasi. Beberapa contoh kawasan konservasi di Indonesia yaitu Taman Nasional Gunung Leuser di Provinsi Aceh. Ada juga suaka Margasatwa Cikepuh di Sukabumi, serta Cagar Alam Gunung Muntis di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan konservasi dibuat terutama untuk melindungi hewan langka atau tumbuhan dari kepunahan.

E. Klasifikasi Keanekaragaman Hayati

Para ilmuwan mempelajari keragaman hayati makhluk hidup yang melimpah dengan cara melakukan pengelompokan (klasifikasi). Makhluk hidup dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok tertentu.

Sistem klasifikasi sifatnya dinamis, artinya terus berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Sampai saat ini dikenal tig sistem klasifikasi makhluk hidup, yaitu sistem artifisial (buatan), sistem alami, dan sistem filogenetik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.