Transpor Pasif: Difusi dan Osmosis

0
1288

Transpor pasif merupakan perpindahan ion, molekul, dan senyawa melewati membran plasma. Proses ini tidak memerlukan energi, mencakup osmosis dan difusi. Kedua peristiwa semacam ini terjadi pada sel.

Transpor pasif: Osmosis

Osmosis adalah perpindahan air (zat pelarut) melewati membran yang bersifat selektif permeabel. Jika terdapat dua larutan yang tidak sama konsentrasinya, maka molekul air melewati membran sampai kedua larutan seimbang. Pelarut pindah dari tempat yang konsentrasi pelarutnya tinggi ke tempat yang konsentrasi pelarutnya rendah.

transpor aktif - osmosis

Dalam sistem osmosis, dikenal tiga macam kondisi larutan, yaitu:

  • Hipertonik (larutan yang mempunyai konsentrasi zat terlarut tinggi; hiper berarti “lebih”),
  • Hipotonik (larutan dengan konsentrasi zat terlarut rendah; hipo berarti “kurang”), dan
  • Isotonik (dua larutan yang mempunyai konsentrasi zat terlarut sama; iso berarti “sama”).

Osmosis merupakan transpor pasif air melewati membran semipermeabel dari larutan encer ke larutan pekat. Syaratnya, jika dua larutan dengan konsentrasi yang berbeda dipisahkan oleh membran semi permeabel yang permeabel terhadap molekul pelarut yang lebih kecil tetapi tidak pada molekul pelarut yang lebih besar. Membran semipermeabel artinya hanya bisa melewatkan beberapa molekul saja.

Transpor pasif: Difusi

Difusi

Difusi adalah proses bercampurnya molekul sebagai hasil dari energi kinetik gerak acaknya. Suatu molekul akan berdifusi dari tempat yang konsentrasinya tinggi ke tempat yang konsentrasinya lebih rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan.

Perhatikan dua kontainer gas A dan B yang dipisahkan oleh sebuah partisi. Molekul kedua gas berada dalam gerakan konstan dan membuat banyak benturan dengan partisi. Jika partisi dihapus seperti pada ilustrasi yang lebih bawah, gas akan bercampur karena kecepatan acak molekulnya.

Contoh difusi (transpor pasif) adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Difusi yang dilakukan oleh sel hidup contohnya adalah peristiwa masuknya O2 dan keluarnya CO2.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi, yaitu:

  • Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel bergerak, sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.
  • Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
  • Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
  • Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
  • Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya.

Transpor pasif tidak memerlukan energi, terdiri dari difusi dan osmosis.

Referensi

1. Campbell, N.A., Reece, J.B., Itchell, L.G. (2002): Biologi. Erlangga.
2. Diffusion and osmosis. George State University.
3. Diffusion and osmosis. George State University.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.