Reproduksi Virus: Siklus Litik dan Lisogenik

Penjelasan tentang reproduksi virus; tahap-tahap siklus litik dan lisogenik.

0
2883

Proses reproduksi virus disebut replikasi. Perkembangbiakan virus dapat berlangsung melalui dua macam siklus, yaitu siklus litik dan siklus lisogenik. Misalnya terjadi pada virus penginfeksi bakteri (bakteriofage).

Alasan virus digolongkan sebagai makhluk hidup karena virus memiliki salah satu ciri kehidupan, yaitu mampu bereproduksi. Akan tetapi, proses reproduksi virus hanya dapat terjadi di dalam sel inangnya. Keadaan yang demikian tersebut disebut sebagai parasit obligat. Virus hanya dapat bereproduksi dalam sel hidup karena virus tidak memiliki komponen yang diperlukan untuk menyusun tubuhnya.

Baca juga:

Pada siklus litik, virus akan menghancurkan sel inang pada akhir tahap reproduksi. Sementara pada siklus lisogenik, virus tidak menghancurkan sel inang, tetapi asam nukleat virus berintegrasi dengan kromosom sel inang. Dengan begitu, bakteri yang berkembang biak akan menghasilkan individu baru yang membawa asam nukleat virus pada kromosomnya. Nah, mari kita bahas satu per satu kedua siklus tersebut.

Reproduksi Virus: Siklus Litik

Siklus litik dianggap sebagai cara reproduksi virus yang utama. Siklus litik adalah siklus perkembangbiakan virus yang menyebabkan hancurnya sel inang yang terinfeksi. Lisis terjadi pada saat virus-virus baru yang utuh telah terbentuk. Virus menggunakan sel inang untuk menghasilkan komponen-komponen virus. Virus membutuhkan waktu 10-60 menit untuk menyelesaikan semua tahapan hingga virus-virus baru yang utuh keluar dari sel inang.

siklus reproduksi virus: litik dan lisogenik

Siklus litik terdiri dari lima fase yaitu: pelekatan, penetrasi, sintesis, perakitan, dan pelepasan (lisis).

  • Fase pelekatan (Adsorbsi)
    Virus melekat pada sel inang yang diinfeksi. Setelah melekat pada permukaan sel inang, Virus mengeluarkan enzim lisozim yang dapat melubangi membran plasma sel inang. Lubang ini akan digunakan untuk memasukkan materi genetik virus ke dalam sitoplasma sel inang.
  • Fase penetrasi
    Reproduksi virus pada fase ini, ia akan memasukkan asam nukleatnya ke dalam sel inang melalui lubang yang telah terbentuk pada dinding sel.
  • Fase sintesis (Eklifase)
    Asam nukleat virus yang telah masuk ke dalam sel inang akan menginaktivasi DNA inang. Selanjutnya, terjadi pengambil-alihan kerja sel inang sehingga sel inang akan mereplikasi asam nukleat virus dan memproduksi berbagai komponen yang dibutuhkan untuk membentuk virus baru yang utuh.
  • Fase perakitan atau pematangan (Assembling)
    Komponen virus yang telah terbentuk selanjutnya dirakit hingga membentuk virus baru. Fase ini disebut juga fase pematangan. Dalam satu sel inang dapat terbentuk lebih dari 100 virus baru.
  • Fase pelepasan (Lisis)
    Ratusan virus baru yang telah matang kemudian akan berkumpul pada membran plasma sel inang dan menyuntikkan enzim lisosom yang dapat menghancurkan membran plasma. Sel inang akan pecah (lisis) dan mati setelah membran plasma dihancurkan oleh virus-virus baru tersebut. Kemudian virus-virus yang bebas akan menginvasi sel-sel lain dan siklus litik akan berulang kembali pada sel baru yang diinvasi.

Reproduksi Virus: Siklus Lisogenik

Siklus lisogenik adalah siklus perkembangbiakan virus yang bersifat laten karena periode satu siklus lisogenik dapat berlangsung sangat lama di dalam tubuh inang. Lamanya siklus pada siklus lisogenik dipengaruhi oleh virulensi atau ketahanan sel inang terhadap partikel virus penginfeksi. Siklus lisogenik terdiri dari empat fase, yaitu pelekatan, penetrasi, penggabungan, dan pembelahan.

  • Fase pelekatan (Adsorbsi)
    Pada dasarnya, fase pelekatan dan penetrasi pada siklus lisogenik tidak berbeda dengan fase pelekatan dan penetrasi pada siklus litik. Reproduksi virus selalu diawali dengan melekatnya virus pada permukaan sel inang dan melubangi membran plasma sel tersebut.
  • Fase penetrasi
    Asam nukleat virus masuk ke dalam sel inang setelah melalui fase pelekatan dan melakukan penetrasi.
  • Fase penggabungan (Integrasi)
    Selanjutnya asam nukleat tersebut akan bergabung dengan kromosom inang dan disebut profage. Sel inang tidak mengalami lisis pada siklus ini, akan tetapi tetap dapat melakukan metabolisme dan reproduksi sel seperti sebelum terinfeksi, hanya saja, saat ini sel inang membawa asam nukleat virus sebagai bagian dari kromosornnya.
  • Fase pembelahan
    Pada fase ini materi genetik virus sudah terintegrasi dengan kromosom sel inang. Virus memanfaatkan proses pembelahan sel inang untuk penggandaan materi genetiknya. Jadi, jumlah virus akan semakin banyak seiring dengan pembelahan sel inang. Pada kondisi tertentu, profage dapat memisahkan diri dari kromosom inang dan segera memasuki siklus litik. Kondisi yang dimaksud yakni apabila sel inang kehilangan virulensi terhadap partikel virus atau mengalarni tekanan lingkungan seperti radiasi atau suhu tinggi.

Perbedaan Siklus Litik dan Siklus Lisogenik

Secara ringkas, perbedaan reproduksi virus antara siklus litik dan siklus lisogenik pada bakteriofage dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Faktor PembedaSiklus LitikSiklus Lisogenik
DefinisiSiklus reproduksi virus yang menyebabkan hancurnya sel inang yang terinfeksi pada akhir siklus.Siklus reproduksi virus yang tidak menyebabkan hancurnya sel inang pada akhir siklus.
Lama siklusRelatif singkat (10-60 menit).Siklus reproduksi virus relatif lama (bisa bertahun-tahun).
Jumlah faseLima fase: pelekatan, penetrasi, sintesis, perakitan, pelepasan.Empat fase: pelekatan, penetrasi, penggabungan, pembelahan.
Kondisi awal sel inangNon-virulenVirulen
Kondisi akhir sel inangMengalami lisis dan mati.Sel inang tetap dapat melakukan aktivitas seluler dan bereproduksi.
Aktivitas partikel virus di dalam sel inangMenonaktifkan kromosom sel inang dan mengambil alih kerja sel inang. Asam nukleat virus tidak bergabung dengan kromosom sel inang.Tidak mengambil alih kerja sel inang tetapi asam nukleat virus bergabung dengan kromosom sel inang.
Kelanjutan siklusReproduksi virus terhenti karena sel inang mati, siklus litik akan terjadi kembali pada sel inang baru.Pada kondisi tertentu, profage dapat memisahkan diri dari kromosom inang dan memasuki siklus litik.

Virus juga memiliki kemampuan untuk memindahkan informasi genetik dari sel inang yang satu ke sel inang yang lain. Proses ini dinamakan transduksi. Dengan kemampuan ini, virus dapat menyisipkan fragmen DNA suatu sel ke dalam kromosom sel lainnya. Jika ini terjadi pada reproduksi virus maka dapat menyebabkan perubahan kode genetik dari suatu sel.

Mungkin Anda tertarik untuk mengetahui bagaimana cara bakteri berkembang biak. Bacalah artikel tentang reproduksi bakteri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.