Reproduksi Bakteri – Cara Bakteri Berkembang Biak

Bakteri berkembang biak dengan dua cara, yaitu aseksual (fisi biner) dan seksual (pencampuran gen).

Reproduksi merupakan ciri-ciri makhluk hidup. Bagaimana mikroorganisme seperti bakteri berkembang biak? Reproduksi bakteri dilakukan dengan dua cara, yaitu aseksual dan seksual. Pada umumnya, bakteri berkembang biak secara aseksual. Perkembangbiakan bakteri secara aseksual disebut fisi biner atau pembelahan biner. Satu sel membelah menjadi dua sel anak yang identik. Uniknya, bakteri juga dapat berkembang biak secara seksual. Perkembangbiakan seksual pada bakteri dilakukan melalui pencampuran gen.

Reproduksi bakteri dengan cara aseksual

Bakteri melakukan reproduksi aseksual dengan membelah diri yang disebut pembelahan biner. Secara konseptual ini adalah proses yang sederhana; sebuah sel hanya perlu tumbuh dua kali ukuran awalnya dan kemudian membelah menjadi dua.

Reproduksi Bakteri - cara bakteri berkembang biak

Mula-mula sel bakteri menyalin (menggandakan) materi genetiknya (DNA) dan memisahkan salinan ini ke ujung sel yang berlawanan. Selanjutnya membran sel akan melekuk dan membentuk sekat di tengah. Ketika sekat terbentuk sempurna menjadi dinding sel, maka terbentuklah dua sel bakteri yang identik.

Reproduksi bakteri dengan cara seksual

Reproduksi seksual pada bakteri dapat terjadi dengan tiga cara yaitu transformasi, transduksi, dan konjugasi. Ketiganya merupakan proses penggabungan DNA bakteri dari dua bakteri yang berbeda, langsung maupun tidak langsung.

Transformasi

Didefinisikan sebagai perpindahan sebagian DNA satu sel bakteri ke bakteri lain. Bakteri akan berikatan dengan DNA dan kemudian memasukkan DNA tersebut ke dalam selnya. DNA yang baru masuk ini akan bergabung dengan DNA bakteri dan menghasilkan kombinasi materi genetik baru.

Ini adalah penyerapan segmen DNA dari medium sekitarnya oleh bakteri hidup. Fenomena reproduksi bakteri begini ditemukan oleh Griffith pada tahun 1928. Mekanismenya berhasil diungkapkan oleh Avery (1944).

Penerimaan untuk transformasi muncul pada periode singkat ketika sel-sel telah mencapai periode akhir pertumbuhan aktif. Pada saat ini mereka mengembangkan sisi reseptor spesifik di dinding. Biasanya E. coli tidak mengambil DNA asing tetapi dapat melakukannya ketika kalsium klorida hadir.

Transduksi

Transduksi adalah perpindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri lain dengan bantuan bakteriofage (virus yang menginfeksi bakteri). Sebagian DNA bakteri menjadi bagian dari DNA virus ketika virus menginfeksi bakteri. Selanjutnya, ketika virus yang sudah mengandung DNA bakteri ini menginfeksi bakteri lain, maka terjadi penggabungan DNA kedua bakteri tersebut.

Transduksi virus dapat membawa gen yang sama (transduksi terbatas) atau gen yang berbeda (transduksi umum) pada waktu yang berbeda.

Metode reproduksi bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Zinder dan gurunya Lederberg (1952) pada Salmonella typhimurium. Proses ini juga terjadi di Escherichia coli dan sejumlah host lain. Virus dapat mengambil gen dari inang selama perbanyakan di sel inang.

Konjugasi

Satu bakteri memindahkan materi genetiknya ke bakteri lain melalui kontak langsung. Proses ini dapat terjadi dengan bantuan pili seks. Pili bertindak sebagai tabung yang menjadi jalan berpindahnya materi genetik. Pili ini dimiliki oleh bakteri pendonor (yang memberikan materi genetiknya). Struktur ini (pili) dihasilkan selama proses konjugasi.

Cara reproduksi bakteri seperti ini pertama kali ditemukan di Escherichia coli oleh Lederberg dan Tatum (1946). Mereka menemukan bahwa dua jenis auxotroph (mutan nutrisi) tumbuh bersama pada medium minimal menghasilkan prototipe (tipe liar) sesekali.

Anderson (1957) mengamati konjugasi antara dua bakteri tersebut di bawah mikroskop elektron. Konjugasi kemudian dilaporkan pada sejumlah bakteri lain. Bakteri yang menunjukkan konjugasi adalah dimorfik, yaitu, mereka memiliki dua jenis sel, laki-laki (F+) atau donor dan perempuan (F-) atau penerima.

Sel jantan atau donor memiliki 1-4 pili seks di permukaan dan faktor kesuburan (faktor transfer, faktor seks) dalam plasmidnya. Faktor kesuburan mengandung gen untuk memproduksi pili seks dan karakter lain yang diperlukan untuk transfer gen. Baik faktor pili dan kesuburan tidak ada pada sel penerima. Jika kedua jenis sel ini semakin mendekat, tumpukan sel laki-laki membentuk jembatan protoplasmik atau tabung konjugasi dengan sel perempuan. Butuh 6-8 menit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.