Metode Ilmiah: Langkah-langkah dalam Penelitian Ilmiah

0
1689

Keingintahuan manusia pada realitas kehidupan melebihi makhluk-makhluk lainnya. Keingintahuan yang didukung oleh cara berpikir ilmiah dan ditunjang oleh metode yang tepat, akan menghasilkan sebuah kerja ilmiah. Metode ini sering disebut dengan metode ilmiah.

Merencanakan Penelitian Ilmiah - Metode Ilmiah

Penelitian merupakan salah satu tahap metode ilmiah. Tahap pertama penelitian biasanya diawali dengan merencanakan penelitian ilmiah yang terdiri dari pekerjaan-pekerjaan berikut.

Langkah-langkah dalam Metode Ilmiah

1. Menetapkan Bentuk Penelitian Ilmiah

Penelitian dapat dibedakan dari beberapa aspek, antara lain, aspek tujuan dan aspek metode.

  1. Aspek Tujuan
    Jika tujuan penelitian mengarah pada perluasan ilmu, disebut penelitian dasar. Jika mengarah pada pemecahan masalah dan untuk mendapatkan manfaat bagi masyarakat, disebut penelitian terapan.
  2. Aspek Metode
    Aspek ini sangat penting dalam metode ilmiah. Berdasarkan aspek metode, bentuk penelitian dibedakan menjadi sebagai berikut.
    • Penelitian Deskriptif (Penelitian Praeksperimen)
      Dilakukan eksplorasi untuk menggambarkan suatu objek tertentu secara jelas dan sistematis. Tujuannya untuk memprediksi gejala yang berlaku atas dasar data yang diperoleh di lapangan.
    • Penelitian Sejarah
      Penelitian ini hampir mirip dengan penelitian deskriptif. Penelitian sejarah memfokuskan pada pencarian data dengan metode wawancara pada pelaku sejarah atau yang berhubungan dengan suatu peninggalan sejarah.
    • Penelitian Survei atau Penelitian Normatif atau Penelitian Status
      Dalam penelitian survei, peneliti menggunakan variabel dan populasi yang luas sebagai bentuk awal penelitian. Lalu mengembangkan eksplorasi objek dan melakukan klasifikasi terhadap masalah yang akan dipecahkan.
    • Penelitian Eksperimen
      Penelitian ini merupakan metode inti dari model penelitian yang ada. Dalam penelitian ini, peneliti harus membagi objek yang diteliti menjadi dua grup, yaitu grup perlakuan dan grup kontrol. Penelitian ini sering digunakan di bidang IPA, termasuk biologi.

2. Merumuskan Tujuan Penelitian dalam Metode Ilmiah

Beberapa tujuan metode ilmiah / penelitian ilmiah, antara lain, sebagai berikut.

  • Memperoleh Informasi Baru
    Jika fakta atau teori tersebut baru diungkap dan disusun secara sistematis oleh seorang peneliti untuk pertama kalinya. Contohnya, teori relativitas Einstein.
  • Mengembangkan dan Menjelaskan Teori yang Sudah Ada
    Jika peneliti memecahkan masalah dari sumber-sumber hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu. Melakukan pendalaman terhadap permasalahan yang hendak dipecahkan sehingga akan diperoleh perkembangan pengetahuan.

3. Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah

Perlu dipertimbangkan apakah suatu masalah layak diteliti atau tidak. Apakah penelitian mengenai masalah tersebut akan memberi sumbangan kepada pengembangan teori atau pemecahan masalah praktis. Ini berarti bahwa di dalam metode ilmiah kelayakan suatu masalah untuk diteliti sifatnya relatif, tidak ada kriteria. Jadi, keputusan tergantung kepada ketajaman calon peneliti untuk melakukan evaluasi kritis, menyeluruh, dan menjangkau ke depan.

4. Studi Kepustakaan

Bagian penting dari metode ilmiah adalah studi kepustakaan. Studi kepustakaan adalah kajian teoritis yang membahas informasi sekitar permasalahan penelitian yang hendak dipecahkan.  Beberapa macam sumber informasi yang dapat digunakan peneliti sebagai bahan studi kepustakaan, di antaranya, sebagai berikut.

  • Buku
  • Jurnal
  • Surat kabar dan majalah
  • Internet

5. Metode Ilmiah: Menyusun Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara hasil dari kajian teoritis, oleh karena itu masih bersifat teoritis. Hipotesis harus diuji kebenarannya secara empiris melalui data yang diperoleh di lapangan.

6. Menetapkan Variabel

Dalam menguji hipotesis, seorang peneliti harus mengidentifikasi variabel-variabel apa saja yang akan dilibatkan dalam penelitiannya. Secara garis besar, variabel terbagi menjadi variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas ialah variabel yang memengaruhi variabel yang lain, sedangkan variabel terikat ialah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Semakin sederhana suatu rancangan penelitian, semakin sedikit variabel-variabel yang terlibat di dalamnya, begitu juga sebaliknya. Mungkinkah metode ilmiah ditegakkan tanpa menetapkan variabel?

7. Pemilihan Instrumen (Alat) untuk Memperoleh Data

Alat pengambil data yang akan digunakan terutama ditentukan oleh variabel yang akan diambil datanya. Dengan kata lain, alat yang digunakan harus disesuaikan dengan variabelnya. Pertimbangan selanjutnya adalah pertimbangan dari segi kualitas alat, yaitu taraf reliabilitas dan validitas. Pertimbangan lainnya dilihat dari sudut praktis, misalnya, besar kecilnya biaya dan mudah sukarnya mengoperasikan alat tersebut. Ini merupakan langkah terakhir dari metode ilmiah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.