Ikan Pari: Klasifikasi, Jenis, dan Fakta Unik

0
75

Ikan pari (bahasa Inggris = stingray atau rays) tergolong jenis ikan bertulang rawan, bertubuh pipih dan memiliki duri yang panjang dan tajam di ekornya. Mereka kadang-kadang ditempatkan dalam satu keluarga tunggal, Dasyatidae, tetapi sering dipisahkan menjadi dua keluarga, Dasyatidae dan Urolophidae.

Deskripsi

Ikan pari umumnya dapat mencapai lebar 1,4 m (4,6 kaki), meskipun lebar 45 cm (18 inci) lebih khas. Sedangkan panjangnya bisa mencapai 2,5 m (8,2 kaki).[1] Sirip dada yang pipih berbentuk berlian dan sedikit lebih lebar daripada panjangnya, dengan sudut-sudut luar yang bulat tipis. Tepi bagian depan hampir lurus dan menyatu pada moncong yang runcing dan sedikit menonjol. Mata lebih kecil dari pada spirakel (lubang pernapasan berpasangan), yang ditempatkan agak di belakang.[2] Ada 28-38 baris gigi atas dan 28-43 baris gigi bawah; giginya kecil dan tumpul, dan tersusun menjadi permukaan yang rata. Ada lima papila (struktur mirip puting) di dasar mulut.[3]

Ekor ikan pari ramping dan seperti cambuk. Tulang penyengat (patil) dengan gerigi yang kuat, berukuran hingga 35 cm (14 inci) dan dilengkapi dengan kelenjar racun di pangkalnya, terletak sekitar sepertiga panjang ekor. Patil kedua atau ketiga mungkin juga ada, karena patil secara teratur diganti dan patil baru tumbuh sebelum yang sudah ada ditanggalkan.[2][4]

Spesimen ikan pari yang tercatat terbesar ditemukan pada tahun 2016 di provinsi Izmir Turki dalam sebuah studi tentang trolling. Siripnya memiliki lebar 2,21 meter (7,3 kaki), meskipun panjangnya tidak dapat ditentukan karena ekornya telah dilepas sebelumnya.[6]

Klasifikasi Ikan Pari

Pari berkerabat dengan hiu. Mereka diklasifikasikan dalam subordo Myliobatoidei dari ordo Myliobatiformes dan terdiri dari delapan keluarga: Hexatrygonidae (pari enam insang), Plesiobatidae (pari laut dalam), Urolophidae, Urotrygonidae (pari bundar), Dasyatidae (pari cambuk), Potamotrygonidae (pari sungai), Gymnuridae (pari kupu-kupu), dan Myliobatidae (pari elang).

Berikut adalah klasifikasi ikan pari:

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Subfilum: Vertebrata
Superkelas: Gnathostomata
Kelas : Chondrichthyes
Subkelas : Elasmobranchii
Ordo : Myliobatiformes
Famili : Dasyatidae
Genus : Dasyatis

Jenis Ikan Pari

Dasyatis banyak ditemukan di perairan pesisir tropis dan subtropis di seluruh dunia. Beberapa spesies, seperti Dasyatis thetidis, ditemukan di lautan yang beriklim lebih hangat, dan yang lain, seperti Plesiobatis daviesi, ditemukan di laut dalam. Jenis lainnya hidup di air tawar, misalnya pari sungai dan sejumlah pari cambuk (seperti pari Niger), jadi tidak semua pari hidup di laut.

ikan pari totol biru
Pari totol biru (Blue spotted stingray)

Ada sekitar 220 spesies ikan pari yang diketahui tersusun dalam 10 famili dan 29 genera. Sebagian spesies ikan ini terancam atau rentan terhadap kepunahan terutama karena penangkapan ikan yang progresif dan tidak diatur.[5]

Datar Ikan Pari dari Genus Dasyatis

  1. Dasyatis acutirostra (Sharpnose stingray), pari hidung runcing
  2. Dasyatis akajei (Japanese red stingray), pari merah Jepang
  3. Dasyatis americana (Kit)
  4. Dasyatis bennetti (Bennett’s cowtail)
  5. Dasyatis brevicaudata (Giant black ray)
  6. Dasyatis brevis (Hawaiian sting ray)
  7. Dasyatis centroura (rough-tailed stingray)
  8. Dasyatis chrysonota (Blue stingray)
  9. Dasyatis colarensis
  10. Dasyatis dipterura (Hawaiian sting
  11. ray)
  12. Dasyatis fluviorum (Brown stingray)
  13. Dasyatis garouaensis (Niger stingray)
  14. Dasyatis geijskesi (Sharpsnout stingray)
  15. Dasyatis gigantea (Giant stumptail stingray)
  16. Dasyatis guttata (Longnose Stingray)
  17. Dasyatis hastata18Dasyatis hypostigma
  18. Dasyatis izuensis (Izu stingray)
  19. Dasyatis laevigata (Yantai stingray)
  20. Dasyatis laosensis (Mekong freshwater stingray)
  21. Dasyatis lata (Broad stingray)
  22. Dasyatis longa (Longtail stingray)
  23. Dasyatis margarita (Daisy stingray)
  24. Dasyatis margaritella (Pearl stingray)
  25. Dasyatis marianae (Brazilian large-eyed stingray)
  26. Dasyatis marmorata (Marbled stingray)
  27. Dasyatis matsubarai (Pitted stingray)
  28. Dasyatis microps (Smalleye stingray)
  29. Dasyatis multispinosa (Multispine giant stingray)
  30. Dasyatis navarrae (Blackish stingray)
  31. Dasyatis parvonigra (Dwarf black stingray)
  32. Dasyatis pastinaca (Blue stingray)
  33. Dasyatis rudis (Smalltooth stingray)
  34. Dasyatis sabina (Atlantic Stingray)
  35. Dasyatis say (Blunmose Stingray)
  36. Dasyatis sinensis (Chinese stingray), ikan pari Cina
  37. Dasyatis thetidis (Black skate)
  38. Dasyatis tortonesei (Tortonese’s stingray)
  39. Dasyatis ushiei (Cow stingray)
  40. Dasyatis zugei (Pale-edged stingray)

Jenis Ikan Pari di Perairan Indonesia

Berbagai macam jenis ikan pari hidup di perairan Indonesia dengan keunikan dan keindahan tersendiri. Berikut adalah beberapa jenis pari yang hidup dan berkembang biak di perairan Indonesia:

NoJenis Pari
1Pari Kelapa atau Trygon Sephen
2Pari Kembang atau Amphostistius Kuhli
3Pari Kampret atau Gymnura Micrura
4Ikan Pari Totol atau Himantura tutul
5Pari Burung atau Rhinoptera Javanica
6Pari Kekeh atau Rhinobatus Djiddensis
7Pari Ayam atau Dasyatis Sephen

Reproduksi dan Pertumbuhan

Selama musim kawin, betina dewasa akan memancarkan sinyal listrik. Jantan dari berbagai spesies ikan pari seperti Urolophus halleri, mungkin bergantung pada ampullae Lorenzini mereka untuk merasakan sinyal listrik tersebut. Ketika seekor jantan mendekati si betina, dia mengikutinya dengan seksama, menggigit cakram dada sang betina. Dia kemudian menempatkan salah satu dari dua clasper-nya ke katupnya.

Perilaku reproduksi ikan pari dikaitkan dengan endokrinologi perilaku mereka, misalnya, pada spesies seperti Dasyatis sabina, kelompok sosial dibentuk terlebih dahulu, kemudian jenis kelaminnya menampilkan perilaku pacaran yang kompleks yang berakhir pada pasangan kopulasi yang mirip dengan spesies Urolophus halleri. Selain itu, periode kawin mereka adalah salah satu yang paling lama tercatat dalam ikan elasmobranch. Individu diketahui kawin selama 7 bulan sebelum betina berovulasi pada bulan Maret. Selama masa ini, ikan pari jantan mengalami peningkatan kadar hormon androgen yang dikaitkan dengan periode kawin yang berkepanjangan.[7]

Proses pertumbuhan ikan pari sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi segala aspek yang bersumber dari si ikan itu sendiri. Sebagai contoh preverensi dan pemanfaatan makanan, kemampuan bertahan hidup, dan serangan penyakit. Adapun faktor eksternal mencakup segala aspek yang sangat bepengaruh dan berasal dari luar. Misalnya keadaan lingkungan perairan, kompetisi sesama pari bahkan spesies ikan lain di dalam perairan.

Sengatan Pari

Ikan pari biasanya tidak agresif dan menyerang manusia hanya ketika diprovokasi, seperti secara tidak sengaja diinjak. Kontak dengan pari menyebabkan trauma lokal (dari luka itu sendiri), rasa sakit, bengkak, kram otot akibat racun, dan kemudian dapat mengakibatkan infeksi dari bakteri atau jamur.[8] Cedera ini sangat menyakitkan, tetapi jarang menyebabkan kematian kecuali tusukannya menembus area vital. Duri atau patil biasanya patah pada luka, dan operasi mungkin diperlukan untuk menghilangkan fragmen.

Sengatan fatal sangat jarang. Kasus yang cukup terkenal adalah kematian Steve Irwin (Stephen Robert Irwin) pada 2006. Ia dikenal sebagai seorang pembawa acara televisi Australia, The Crocodile Hunter, sebuah dokumentasi mengenai hewan-hewan buas yang tidak lazim. Namun kasus ini hanyalah yang kedua yang tercatat di perairan Australia sejak 1945.[9] Patil pari menembus dinding toraksnya, menyebabkan trauma masif.

Referensi:

[1] Serena, F. (2005). Field Identification Guide to the Sharks and Rays of the Mediterranean and Black Sea. Food and Agriculture Organization of the United Nations. p. 68.

[2] Lythgoe, J. & G. (1991). Fishes of the Sea: The North Atlantic and Mediterranean. Cambridge, Massachusetts: MIT Press.

[3] Smith, J.L.B.; Smith, M.; Smith, M.M. & Heemstra, P. (2003). Smith’s Sea Fishes. Struik.

[4] Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. (2009). “Dasyatis pastinaca” in FishBase.

[5] The Future of Sharks: A Review of Action and Inaction CITES AC25 Inf. 6, 2011.

[6] “Dünyanın en büyüğü tesadüfen Çeşme’de bulundu”. Hürriyet. Retrieved 2016-09-21.

[7] Tricas, Timothy C.; Rasmussen, L. E. L.; Maruska, Karen P. (2000). “Annual Cycles of Steroid Hormone Production, Gonad Development, and Reproductive Behavior in the Atlantic Stingray”. General and Comparative Endocrinology. 118 (2): 209-225

[8] “Stingray Injury Case Reports”. Clinical Toxicology Resources. University of Adelaide. Retrieved 22 October 2012.

[9] https://scienceline.org/2006/09/ask-grant-irwin/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.