Entomofobia: Definisi, Penyebab, dan Pengobatan

2
31
Ilustrasi Entomofobia: Definisi, Penyebab & Pengobatan

Banyak orang yang merasa takut pada serangga, misal: kecoak, laba-laba, kalajengking, sentipid, milipid, dan yang sejenis. Padahal banyak dari jenis-jenis artropoda tersebut tidak memiliki kemampuan untuk menyakiti manusia. Rasa takut seperti ini dikenal sebagai entomofobia.

Rasa takut pada sesuatu (phobia) telah ada sejak zaman purba, serangga mungkin tidak menjadi objek dari perasaan takut mereka. Di lain pihak, masyarakat perkotaan di negara-negara barat yang bersih, hanya mengenal serangga rumah. Mereka tidak mempunyai pengalaman dengan serangga-serangga lain kecuali lalat dan nyamuk. Oleh sebab itu, dibandingkan dengan masyarakat pedesaan, mereka tidak siap secara fisik atau mental bila berhadapan dengan artropoda.

Definisi Entomofobia

Entomofobia adalah ketakutan yang tidak logis atau yang mengada-ada terhadap serangga tanpa adanya gigitan atau infestasi (invasi parasitoid) serangga yang dialami oleh seseorang.

Dalam kalimat lebih sederhana, ia adalah suatu kondisi ketika seseorang merasa takut melihat serangga. Dalam suatu tingkat tertentu, ada pengidap entomofobia yang berupa halusinasi sehingga orang-orang demikian akan selalu berusaha untuk membunuh serangga.

Menurut Dr. Phillip Weinstein dari University of Otago, definisi yang benar untuk entomofobia adalah sebagai berikut.

  1. Rasa takut tidak logis yang dialami terus-menerus oleh seseorang dan keinginan untuk menjauhi serangga, tungau, laba-laba, atau objek fobik lainnya.
  2. Kondisi yang menyulitkan karena adanya gangguan meskipun yang bersangkutan sadar bahwa rasa takut itu sudah berlebihan atau tidak masuk akal.
  3. Tidak sebagai akibat dari gangguan mental seperti schizophrenia (gangguan psikis).

Entomofobia berbeda dengan khayalan adanya infestasi parasit (delucion of parasitosis), yaitu penderita percaya bahwa ada gigitan atau infestasi yang terjadi padahal sebetulnya tidak ada. Khayalan infestasi parasit atau parasitosis mungkin merupakan gejala kompleks dan bukan suatu penyakit. Hal ini sering juga ditemukan pada orang-orang yang sehat (normal). Mereka memiliki perasaan seakan-akan ada serangga yang sedang merayap pada permukaan tubuhnya sesudah melihat serangga yang menakutkan.

Gejala

Seseorang menjadi histeris, berteriak, dan lari pontang-panting manakala melihat serangga. Lebih parah lagi ada orang yang meskipun tidak menyentuh serangga, merasa dirinya gatal dan iritasi pada kulit.

Tentu saja tidak semua gejala ketakutan terhadap serangga dapat dianggap sebagai entomofobia. Sebagai contoh, orang yang pernah disengat tawon atau lebah sehingga bengkak akan tetap mengingat pengalaman ini. Apalagi kalau sengatan itu terjadi pada bagian mata atau organ tubuh vital. Dan begitu dia melihat lebah langsung melarikan diri dan bersembunyi lantaran takut disengat.

Penyebab Entomofobia

Rasa takut pada serangga sering terjadi karena pengalaman seseorang pada waktu masih kecil. Misal pernah digigit oleh serangga dan pengalaman ini tidak hilang sampai seseorang menjadi dewasa. Persepsi anak yang menonton film fiksi yang menunjukkan ganasnya serangga mungkin juga sebagai penyebab. Gambaran struktur morfologi serangga yang menakutkan: matanya yang besar, antena yang panjang, tungkai-tungkai yang menakutkan, dan bentuk-bentuk tubuh lainnya.

Seseorang juga bisa takut terhadap serangga bukan karena gigitan atau sengatannya, melainkan karena merasa “geli”. Misalnya, orang-orang takut melihat ulat bulu dengan bulu-bulu tajam yang sepintas terlihat menakutkan.

Pengobatan

Apakah gangguan ini bisa disembuhkan? Tidak atau belum ada obat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan entomofobia. Solusinya adalah meluruskan konsepsi yang salah tentang serangga yang dianggap berbahaya bagi manusia. Pendidikan yang benar tentang serangga merupakan bagian yang sangat penting. Orang tua dapat mengajak anak-anak ke museum serangga atau pameran-pameran pendidikan untuk melihat berbagai jenis serangga. Dengan demikian dia akan mengetahui bahwa capung, belalang sembah, kumbang Rhinoceros adalah serangga yang sama sekali tidak berbahaya bagi manusia. Bahkan ada banyak sekali serangga yang sangat menguntungkan manusia.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.